Menghitung kubikasi beton adalah langkah penting sebelum memulai proyek konstruksi, baik untuk bangunan maupun jalan. Perhitungan yang tepat akan membantu menghindari kekurangan material atau pemborosan biaya.
Sayangnya, masih banyak yang menganggap cara menghitung kubikasi beton itu rumit. Padahal, jika sudah memahami rumus dasarnya, prosesnya cukup sederhana.
Artikel ini akan membahas cara menghitung kubikasi beton untuk bangunan dan jalan secara lengkap dan mudah dipahami.
Daftar Isi
Apa Itu Kubikasi Beton?

Kubikasi beton adalah perhitungan volume beton dalam satuan meter kubik (m³). Volume ini digunakan untuk menentukan berapa banyak beton yang harus disiapkan dalam suatu proyek.
Perhitungan kubikasi biasanya menggunakan rumus dasar:
V=p×l×tV = p \times l \times t
Keterangan:
- V = Volume beton (m³)
- p = Panjang (meter)
- l = Lebar (meter)
- t = Tinggi / tebal (meter)
Cara Menghitung Kubikasi Beton untuk Bangunan
Pada konstruksi bangunan, salah satu bagian penting yang menggunakan beton adalah sloof.
Apa Itu Sloof?
Sloof adalah balok beton bertulang yang dipasang secara horizontal di atas pondasi. Fungsinya:
- Menopang beban dari dinding
- Menyalurkan beban ke pondasi
- Mengikat kolom agar bangunan lebih kokoh
1. Menghitung Volume Beton Sloof
Rumusnya sama seperti rumus dasar:
Vsloof=p×l×tV_{sloof} = p \times l \times t
Contoh:
- Panjang sloof = 20 m
- Lebar = 0,15 m
- Tinggi = 0,20 m
Volume:
= 20 × 0,15 × 0,20 = 0,6 m³
2. Menghitung Volume Bekisting Sloof
Bekisting adalah cetakan sementara untuk menahan beton sebelum mengeras.
Rumus:
L=2×(p×t)L = 2 \times (p \times t)
Keterangan:
- Dikalikan 2 karena ada dua sisi (kiri dan kanan)
3. Menghitung Pembesian Sloof
Pembesian digunakan sebagai tulang struktur beton.
Rumus sederhana:
- Total panjang besi = jumlah batang × panjang sloof
Perhitungan ini biasanya disesuaikan dengan gambar struktur (shop drawing).
Cara Menghitung Kubikasi Beton untuk Jalan

Selain bangunan, beton juga sering digunakan untuk konstruksi jalan karena lebih kuat dan tahan lama.
Rumus Kubikasi Beton Jalan
V=p×l×tV = p \times l \times t
Contoh:
- Panjang jalan = 100 m
- Lebar = 4 m
- Tebal = 0,20 m
Volume:
= 100 × 4 × 0,20 = 80 m³
Cara Menghitung Kebutuhan Truk Beton (Readymix)
Setelah mengetahui volume beton, langkah berikutnya adalah menghitung jumlah truk yang dibutuhkan.
Umumnya, 1 truk mixer membawa ± 7 m³ beton.
Rumus:
Jumlah Truk=VolumeKapasitas TrukJumlah\ Truk = \frac{Volume}{Kapasitas\ Truk}
Contoh:
- Volume = 80 m³
- Kapasitas truk = 7 m³
Jumlah truk:
= 80 ÷ 7 ≈ 12 truk (dibulatkan ke atas)
Tips Agar Perhitungan Tidak Salah
Agar proyek berjalan lancar, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan satuan yang sama (meter)
- Selalu bulatkan ke atas untuk menghindari kekurangan material
- Tambahkan cadangan ±5–10%
- Pastikan data ukuran (panjang, lebar, tinggi) akurat
- Konsultasikan dengan teknisi jika proyek besar
Cara menghitung kubikasi beton sebenarnya cukup sederhana, yaitu menggunakan rumus volume (panjang × lebar × tinggi). Meskipun terlihat mudah, dalam praktiknya perhitungan ini membutuhkan ketelitian yang tinggi. Kesalahan kecil dalam mengukur panjang, lebar, atau ketebalan bisa berdampak besar pada total kebutuhan beton.
Jika perhitungan kurang akurat, Anda berisiko mengalami dua hal yang sama-sama merugikan: kekurangan material yang menghambat pekerjaan, atau kelebihan material yang berujung pemborosan biaya. Oleh karena itu, memahami cara menghitung kubikasi beton dengan benar adalah langkah penting sebelum memulai proyek konstruksi.
Dengan memahami perhitungan ini, Anda bisa:
Menghemat biaya proyek
Perhitungan yang tepat membantu Anda membeli beton sesuai kebutuhan. Tidak ada dana yang terbuang untuk material berlebih yang tidak terpakai.
Menghindari keterlambatan pekerjaan
Kekurangan beton di tengah proses pengecoran bisa menghentikan pekerjaan dan mengganggu kualitas hasil akhir. Dengan perhitungan yang akurat, proyek bisa berjalan lancar tanpa jeda.
Mengoptimalkan penggunaan material
Beton yang digunakan akan lebih efisien karena sesuai dengan volume yang dibutuhkan. Hal ini juga membantu menjaga kualitas struktur bangunan atau jalan.
Mempermudah perencanaan logistik
Anda bisa menentukan jumlah pengiriman beton (terutama readymix) dengan lebih tepat, termasuk jumlah truk yang dibutuhkan dan jadwal kedatangannya.
Meningkatkan kualitas hasil konstruksi
Perhitungan yang tepat memastikan proses pengecoran dilakukan secara kontinu, sehingga struktur beton menjadi lebih kuat dan tidak mudah retak.
Sebagai tambahan, selalu disarankan untuk memberikan cadangan sekitar 5–10% dari total kebutuhan beton. Cadangan ini berguna untuk mengantisipasi penyusutan, tumpahan, atau kondisi lapangan yang tidak terduga.
Dengan perencanaan yang matang dan perhitungan yang tepat, proyek konstruksi Anda tidak hanya lebih efisien dari segi biaya, tetapi juga lebih optimal dari segi waktu dan kualitas hasil akhir.
Menganal Alat Berat Excavator, Dari Jenis Hingga Kegunaannya
